Featured Slider

Mengunjungi Keluarga Singa di "Lion and Safari Park" Broederstroom, South Africa


Selama ini mungkin kebanyakan dari kita menilai kalau benua Afrika adalah benua yang miskin, gersang, konflik dan kumuh. Bahkan saya sendiri pun berpikiraan sama. Saya tidak terfikirkan sama sekali untuk memasukkan benua Afrika kedalam list destinasi wisata impian. Sampai ketika saya mengenal Afrika Selatan, presepsi buruk saya hilang seketika.
Afrika Selatan memang bukan destinasi favorit para traveler Indonesia jika dibandingkan dengan negara-negara di Eropa, Korea Selatan atau Jepang. Hal ini bukan berarti Afrika selatan tidak layak untuk di eksplore. Kecantikan alam, keaneka ragaman satwa dan cuaca yang indah merupakan daya tarik yang kuat untuk menjelajah Negara Nelson Mandela tersebut. Negara yang menyatakan "merdeka" dari apartheid pada tahun 1994 itu menjelma menjadi negara yang paling berkembang di benua Afrika. Terdapat kota-kota besar yang tak kalah modern dari kota di Eropa, salah satunya Johannesburg.

Nggak Sengaja Turun Berat Badan dari 59kg ke 50kg, Kok Bisa ?

Terakhir saya punya berat 50kg itu sewaktu masih duduk di bangku SMA, setelah itu udah kayak mimpi punya berat badan segitu. Semenjak lulus kuliah kemudian mulai kerja, berat badan sudah nggak pernah menyentuh 54kg. Karena emang saya dari dulu nggak pernah ada niatan buat diet ketat sampe punya target. Saya masih bisa pede dan berfikir kalau dengan tinggi 160cm dengan berat badan 59kg itu ngga gendut-gendut amat. Dan lagi saya merasa masih bisa gerak kok,  yah meskipun lebih banyak mager- nya.
Ilustrasi dari youtube.com
Sampe suatu ketika saya punya niatan "harus turun".

Cerpen : Dendam

Gadis itu, datang lagi. Tak ditinggalkannya setiap haripun. Selalu sempat. Tawanya mencekam, parasnya buram, hatinya kelam. Menyedihkan. Terombang ambing dalam pekat dunia. Terlalu muda baginya. Ya, dia muda, tapi tak berusia. Benar, tak berusia.
Berjalanlah ia kepada kami. Sungguh tak pernah kami harapkan. Tawa itu, enyahlah. Semua orang takut. Kami pun sedikit takut. Tak lagi seorangpun singgah ke goa kecil ini. Takut dimakan hantu, katanya. Entahlah, hantu apa yang dia katakan. Tak ada hantu disini. Kecuali hanyalah sosok gadis satu lengan menangis menjerit tiap waktu.
Gadis belia ini, ah, tak tega ku katakan. Dia hanya mempunyai satu lengan, hidup bergelimang harta, tapi tak pernah bahagia. Dia dulu memang pengunjung setia tempat ini. kami sangat menyukainya. Apalagi selalu dibawakannya pisang atau kacang untuk kami. Tak dapat kukatakan betapa dulu kami sangat mencintainya. Itu dulu.
Beruntunglah, monyet disini tak sepenakut manusia diluar sana, meskipun kami hanyalah sekawanan monyet ekor panjang. Manusia sudah enggan datang kemari. Wisata sarang hantu.
Manusia-manusia itu, apa yang perlu ditakuti dari seorang gadis peminum racun serangga?. Gadis putus asa menyedihkan. Sungguh membuat geram. Ingin ku seret ia kepada dewata. Tak disyukurinya segala yang ia punya.
 “ sekar ayu, mengapa kau tak pergi saja ke peraduanmu ? lihatlah, apa yang kau perbuat disini ? tak satupun manusia datang kemari,….”

Cerpen : Lembar Daun

            

Aku membuka mata sesaat setelah melakukan ritual permohonan keinginan. Bentangan hutan jati di depan mataku benar benar lenyap. Dalam sekejap mata bentangan hijau memuakkan berubah menjadi gemerlap metropolitan. Tak ada jati, tak ada  binatang liar, tak ada bebatuan tak berarti. Sejauh mata memandang hanya ada gedung menjulang berhambur kaca. Berkilau indah luar biasa. Bahkan kaos lusuh dan celana kolorku berubah menjadi setelan jas yang rapi lengkap dengan sepatu. Kucubit pipiku perlahan. Sakit.
            “ hahahaha…. Aku benar benar berada dalam dunia impianku!” teriakku liar.
Mataku tak henti hentinya mengembara menelusuri pemandangan yang hanya kemarin bisa kulihat di televisi ini. Mobil mobil mewah, kaca yang menyilaukan. Sungguh seperti dalam mimpiku. Aku merasakan hidup yang sesungguhnya. Seorang yang benar benar menjadi orang. Bukan seorang remaja dekil pencari kayu jati. Ah, pekerjaan yang sangat kubenci.

"EGO" Single Pertama LYON yang Jadi Candu

Poster Lyon dengan single pertama "ego"
Tak kan pernah ku lupa
Kala hujan menderu asa kita
Detik waktu berhenti
Hampakan semua rasa

Awalnya ngga sengaja play lagu ini di youtube, musiknya renyah dan easy listening banget. Sekali denger langsung nyantol di kuping. Vocalnya unik, bass nya groovy dan liriknya keren. Single dengan tajuk "Ego" ini rilis di chanel youtube  Lyon Music tanggal 31 Juli kemaren, dan sudah ditonton hampir satu juta kali.